Info :
Jackpot 100% 7X Win Sabung Ayam Online & Cashback 10% 7X Loses Sabung Ayam Online
  • wa+66-996-181-785

  • lineBuanabolaonline

Legenda-Sabung-Ayam

Sabung Ayam – Legenda Ciung Wanara

admin SABUNG AYAM
31/03/2017 | 17:02

Legenda Sabung Ayam Wanara

SABUNG AYAM ONLINE – Di suatu desa yang bernama Geger Sunten, tepian sungai Citandey. Terdapat sepasang suami istri hidup yang biasa yang biasa memasang bubu keramba perangkap ikan yang terbuat dari bambu di sungai untuk menangkap ikan. Suatu pagi hari mereka pergi ke sungai untuk mengambil ikan yang terperangkap di dalam bubu. Pada saat itu juga mereka sangat terkejut karena yang di temukan bukanlah ikan melainkan menemukan bayi yang menggemaskan setelah membuka bubu tersebut. Merekapun membawa pulang bayi tersebut yang kemudian menjaganya, membesarkanya dan menyayanginya seperti layaknya anak sendiri.

Dengan berlalunya waktu, bayi tersebut pun tumbuh menjadi seorang pemuda rupawan yang menemani berburu orang tua dalam hutan. Pada suatu hari merekapun melihat seekor burung dan monyet.

Lalu anak itu pun bertanya dengan sepasang suami tersebut tentang “burung dan monyet apakah itu ayah?”.

Ayahnya menjawab “Burung itu di sebut Ciung dan Monyet itu di sebut dengan Wanara, anakku”.

Anak tersebut pun menyatakan “Kalau begitu panggilah aku Ciung Wanara, ayah.” , kedua orang tua tersebut pun menyetujuinya karena arti dari kedua kata tersebut sangat cocok dengan karakter anak tersebut.

Suatu anak itu pun bertanya kenapa ia sangat berbeda dengan anak laki-laki lain dari desa tersebut dan mengapa mereka sangat menghormatinya. Kemudian orang tuanya pun menceritakan bahwa ia telah terbawa arus sungai ke desa tersebut dalam sebuah keranjang dan bukan dari anak desa tersebut.

“Orang tuamu pasti merupakan bangsawan dari Galuh.”

“Kalau begini saya harus pergi untuk mencari kedua orang tua kandungku, ayah.”

“itu benar. Tapi kamu harus pergi dengan seorang teman. Di keranjang itu ada telur. Ambilah dan pergi ke hutan dan carilah seekor unggas untuk menetaskan telur tersebut.”

Kemudian Ciung Wanara pun mengambil telur tersebut dan pergi ke hutan seperti apa yang telah di perintahkan oleh kedua orang tuanya. Akan tetapi dia tidak menemukan seekor pun unggas yang ada di sana melainkan ia menemukan Nagawiru yang baik terhadapnya dan menawarkan dan menawarkan dia untuk menetaskan telurnya. Dia kemudian meletakkan telur di bawah naga itu dan tak lama kemudian menetas dan yang keluar adalah seekor anak ayam yang tumbuh dengan cepat dan memasukannya kedalam keranjang. Setelah semua itu iapun bergegas untuk pergi ke Galuh dan meninggalkan kedua orang tua tersebut.

Di sini Sabung ayam merupakan sebuah acara olahraga besar baik raja dan rakyatnya pun semua menyukainya yaitu di IbuKota Galuh. Seorang Raja yang bernama Barma Wijaya memiliki ayam jago yang besar dan tidak terkalahkan yang di beri nama Si Jeling. Dengan sombongnya ia menyatakan kepada semua pemilik ayam bahwa ia akan mengabulkan permintaan apapun kepada orang yang ayamnya sanggup untuk mengalahkan ayamnya.

Tiba saat itu juga ayam Wanara pun sudah tumbuh menjadi menjadi seekor ayam petarung yang kuat. Sementara itu Ciung Wanara sedang mencari pemilik keranjang dan iapun mengambil bagian dari turnamen adu ayam kerajaan tersebut. Ayampun saat di lagakan dengan ayam yang lain tidak pernah kalah sekalipun. Yang kemudian kabar tentang Seorang anak muda yang memiliki ayam jago dan mengikuti Sabung ayam yang di mana ayamnya tidak pernah kalah pun sampai di telinga Prabu Barma Wijaya yang kemudian memerintahkan Uwa Batara Lengser untuk pergi dan menemukan Pemuda tersebut. Setelah itu orang tua itu pun menyadarinya bahwa seorang pemuda pemilik ayam itu adalah Putra Dewi Naganingrum yang telah lama hilang dimana pemuda itu menunjukkan keranjang di mana ia telah di hanyutkan ke sungai. Uwa Batara Lengser pun langsung mengatakan kepada Ciung Wanara bahwa rajalah yang telah memerintahkan hal tersebut selain telah menuduh ibunya telah melahirkan seekor anjing.

“Apabila ayammu menang melawan ayam Raja, minta saja setengah dari kerajaan sebagai hadiah kemenangan kamu.”

Keesokan harinya pun Ciung Wanara langsung muncul di hadapan Raja Prabu Brama Wijaya dan menceritakan apa yang telah di usulkan oleh Lengser. Raja pun setuju akan semua itu dengan penuh keyakinan akan kemenangan ayamnya yang bernama si Jeling. Bentuk fisik si jeling sedikit lebih besar dari ayam jago milik Ciung Wanara. Namun ayam Ciung Wanara lebih kuat karena telah di erami oleh naga Nagawiru. Di dalam pertarungan yang berdarah ini ayam sang raja kehilangan nyawanya dalam pertarungan dan raja terpaksa memenuhi janjinya untuk memberikan Ciung Wanara setengah dari Kerajaannya.

 

  • bank bca
  • bank mandiri
  • bank bri
  • bank bni
Follow us on :
  • facebook
  • linkedin
  • Path
  • Twitter
  • Pinterest
  • sv388
  • 18+
  • secure
  • Support Browser :
  • browsers
  • browsers
  • browsers
  • browsers
  • browsers