Info :
Jackpot 100% 7X Win Sabung Ayam Online & Cashback 10% 7X Loses Sabung Ayam Online
  • wa+66-996-181-785

  • lineBuanabolaonline

Legenda-Sabung-Ayam

SABUNG AYAM INDONESIA – Legenda Lutung Kasarung

admin SABUNG AYAM
01/04/2017 | 21:09

Indonesia – Pulau Jawa – Sabung Ayam – Legenda Lutung Kasarung

SABUNG AYAM ONLINE – Pada zaman dahulu kala di pulau jawa bagian barat terdapat sebuat kerajaan Hindu yang besar dan cukup kuat. Lebih tepat nya kita katakan tempat tersebut berpusat di kota Bogor. Kerajaan tersebut merupakan kerajaan Pajajaran dan pada saat itu raja yang sedang memerintah adalah Raja Prabu Siliwangi. Namun dia sudah lanjut usia dan bermaksud untuk mengangkat putra mahkotanya sebagai penggantinya.

Pada suatu hari Sang Raja memanggil Putra Mahkotanya, Banyaknya Cotro dan Banyaknya Blabur untuk menghadap yang maksudnya adalah untuk mengangkat putranya sebagai pengganti Raja di Kerajaan Pajajaran yang di karenakan beliau sudah lanjut usia.

Akan tetapi kedua putranya belum ada yang mau di angkat menjadi seorang Raja di Pajajaran. Sebagai Putra tertuanya banyak Cokro yang mengajukan beberapa alasan, antara lainnya adalah :

-. Untuk memerintah suatu kerajaan nampaknya ia belum siap di karenakan belum cukup ilmu.

-. Untuk memerintah sebuah kerajaan juga harus ada seorang permaisuri yang mendampinginya sedangkan pada saat itu banyak cokro yang belum kawin.

Banyak Cotro yang mengatakan bahwa ia baru kawin apabila sudah bertemu dengan seorang putri yang parasnya mirip dengan ibunya. Oleh karena itu banyak cotro yang meminta izin pergi dari kerajaan Pajajaran untuk mencari putri yang menjadi idamannya.

Kepergian banyak cotro dari kerajaan Pajajaran yang melalui gunung tangkuban perahu untuk menghadapi seorang pendeta yang bertempat tinggal di sana. Pendeta itu bernama Ki Ajar Winarong, Pendeta sakti dan tau untuk mempersunting putri yang  di idam-idamkannya tercapai.

Namun ada beberapa syarat yang harus di penuhi oleh banyak cokro yaitu ia harus melepas dan meninggalkan semua pakaian kebesarannya dari kerajaannnya dan hanya dengan berpakaian seperti layaknya orang biasa. Dan juga harus menyamar dengan nama Raden Kamandaka.

Setelah lamanya berjalan selama berhari-hari Raden Kamandaka dari Tangkuban Perahu ke arah Timur, Sampailah ke wilayah Kadipaten Pasir Luhur.

Secara kebetulan Raden Kamandaka sampai di pasir luhur dan bertemu dengan Patih Kadipaten Pasir Luhur yang bernama Patih Reksonoto. Di karenakan Patih Reksonoto sudah lanjut usia dan tidak mempunyai anak maka Raden Kamandaka pun di jadikan anak angkat dan merasa sangat bangga dan merasa senang memiliki anak seperti Raden Kamandaka yang gagah perkasa dan juga tampan kemudian juga sangat mencintainya.

Adapun seseorang yang memerintahkan Patih Kadipaten Pasir Luhur adalah seseorang yang bernama “Adi Pati Kanandoho”,  Yang di ketahui memiliki beberapa putri dan sudah bersuami kecuali putri bungsu nya yang bernama Dewi Ciptoroso. Putri yang satu inilah yang memiliki paras wajah yang mirip dengan ibunya Raden Kamandaka yang sedang di cari-cari oleh Raden Kamandaka.

Adanya sebuah kebiasaan dari Kadipaten Pasir Luhur bahwa setiap tahun pasti akan di adakan upacara menangkap ikan di kali Logawa. Di mana upacara tersebut di turut sertai oleh semua keluarga kadipaten pasir luhur beserta keluarga-keluarga besar dan pejabat-pejabat di sana.

Pada saat Reksonoto pergi untuk mengikuti upacara menangkap ikan tersebut tanpa di ketahui Raden Kamandaka mengikutinya secara diam-diam dari belakang. Pada kesempatan kali inilah Raden Kamandaka dapat bertemu dengan Dewi Ciptoroso dan mereka berdua saling jatuh cinta.

Atas permintaan dari Dewi Ciptoroso supaya Raden Kamandaka dapat menemui dewi di taman kaputren Kadipaten Pasir Luhur tempat Dewi Ciptoroso berada pada saat malam hari. Akhirnya Raden kamandaka pun secara diam-diam tanpa minta izin dari Patih Reksonoto, iapun pergi untuk menjumpai dewi tersebut yang sudah merindukan kedatangan Raden kamandaka.

Namun keberadaan tidak bertahan lama, tiba-tiba saja prajurit pengawal kaputren di dalam taman ada pencuri yang masuk dan kemudian di laporkan oleh Adipati Kandandoho.

Pada saat menanggapi hal ini adipati pun sangat marah dan memerintahkan prajurit tersebut untuk segera menangkap pencuri tersebut. Karena adanya kesaktian dan ilmu ketangkasan yang di milikinya maka iapun sanggup untuk meloloskan diri dari kepungan prajurit Pasir Luhur.

Sebelum lolos dari sana iapun sempat mengatakan identitasnya bahwa ia bernama Raden Kamandaka dan merupakan putra dari Patih Reksonoto.

Hal ini pun terdengar oleh prajurit dan segera melaporkannya kepada Adipatih Kandandoho. Di karenakan telah mendengarkan hal tersebut maka Patih Reksonoto pun di panggil dan harus segera untuk menyerahkan putranya. Perintah tersebut pun di laksanakan olehnya, meskipun di dalam hatinya ia sangat berat untuk menjalankan perintah tersebut. Sehingga dari siasat dari Patih Reksonoto maka Raden Kamandaka pun dapat lari dan selamat dari pengejaran prajurit.

Raden terjun masuk ke dalam sungai dan menyelam mengikuti arus sungai. Oleh Patih Reksonoto dan juga para prajurit yang mengejar di laporkan bahwa Raden Kamandaka sudah meninggal di dalam sungai. Setelah mendengar berita ini Patih kandandoho merasa lega dan puas. Namun setelah Dewi Ciptoroso yang mendengarkan tentang berita itu sangatlah muram dan sedih.

Sepanjang Raden Kamandaka menyelam dan mengikuti arus sungai tersebut dan akhirnya menemukan seseorang yang sedang memancing di sungai tersebut. Orang yang sedang memancing tersebut bernama Rekajaya dan akhirnya mereka juga berteman baik dan cukup akrab kemudian menetap di desa Panagih. Di desa ini juga Raden Kamandaka di angkat menjadi anak oleh Mbok Kektosuro yang merupakan salah seorang janda miskin di desa tersebut.

Di sini lah Raja Kamandaka pun menjadi penggemar Sabung ayam dan kebetulan juga Mbok Kektosuro mempunyai seekor ayam yang bernama Mercu. Setiap  adanya pertandingan sabung ayam Raden kamdaka selalu ikut serta dan selalu menang dalam pertandingan tersebut. Oleh karena itu Raden Kamandaka pun sangat terkenal sebagai seorang Botoh Ayam.

Berita ini pun tersebar dan sampai di Kerajaan Pasir Luhur, yang kemudian setelah Adipatih Kandandoho mendengarkan akan semua hal ini menjadi marah dan murka akan semua itu. Dan beliau juga lagi-lagi memerintahkan prajuritnya untuk menangkap Raden Kamandaka baik hidup ataupun mati.

Tiba-tiba saja pada saat itu muncullah seorang pemuda tampan yang mengakui namanya sebagai atau bernama Silihwarni yang akan mengabdikan dirinya kepada Pasir Luhur. Maka dari itu permohonan tersebut pun di kabulkan. Tetapi ada satu syarat yang harus di penuhi yaitu ia harus sanggup untuk membunuh Raden Kamandaka, dan untuk membuktikan itu maka ia harus membawa darah dan hati dari Raden Kamandaka.

Dari semua itu sebenarnya Nama Silihwarni ini adalah sebuah nama samaran. Nama itu sebenarnya adalah Banyak Ngampar Putra dari kerajaan Pajajaran yaitu adik kandung dari Raden Kamandaka.

Ia di tugaskan oleh ayahnya Prabu siliwangi untuk mencari saudara kandungnya yang sudah lama menghilang dan tidak pernah kembali. Untuk supaya bisa mengatasi adanya gangguan dalam perjalanan maka iapun di bekali dengan sebuah pusaka keris Kujang Pamungkas sebagai senjatanya. Kemudian ia menyamar menjadi silihwarni dan berpakaian seperti orang biasa.

Karena ia telah mendengarkan informasi bahwa kakak kandungnya berada di Pasir Luhur, maka iapun bergegas pergi kesana. Setelah silihwarni menerima perintah dari Adipatih maka pergilah ia dengan  di ikuti beberapa prajurit dan anjing pelacak menuju desa Karang Luas di mana merupakan tempat penyabungan ayam.

Lanjut ke halaman 2 >>

  • bank bca
  • bank mandiri
  • bank bri
  • bank bni
Follow us on :
  • facebook
  • linkedin
  • Path
  • Twitter
  • Pinterest
  • sv388
  • 18+
  • secure
  • Support Browser :
  • browsers
  • browsers
  • browsers
  • browsers
  • browsers