Info :
Jackpot 100% 7X Win Sabung Ayam Online & Cashback 10% 7X Loses Sabung Ayam Online
  • wa+66-996-181-785

  • lineBuanabolaonline

sabung ayam online

Lamanya Tradisi Sabung Ayam Indonesia

admin SABUNG AYAM
16/03/2017 | 19:13

Sudah Berabad-abad Lamanya Tradisi Sabung Ayam Ada Di Indonesia

SABUNG AYAM ONLINE – Adanya sebuah berita tentang terbongkarnya rumah judi sabung ayam di New York menggegerkan para pecinta hewan. Di zaman modern ini memang sudah saatnya menghentikan aksi kekerasan terhadap hewan. Wali kota new york saja akan menghapus kereta kuda di Central Park apalagi sabung ayam.

kabar-kabar tentang pelindungan hewan memicu aktivitas lokal mulai mengendus bila hal serupa masih di lakukan di Indonesia. Sabung ayam dalam bentuk judi ini sebenarnya termasuk ilegal di negeri ini. Penggerebekan kawasan judi beberapa kali dilakukan pihak kepolisian walaupun begitu tetap saja muncul dan muncul lagi.

Mengenai Sabung ayam di indonesia mungkin perlu di cermati antara mana yang judi dan mana yang merupakan tradisi agama. Pada acara ritual sabung ayam harus di selenggarakan, Apakah seiring berjalannya zaman bisa menghapus sisi upacara tersebut, semua tergantung pada sejauh mana kebijakan pemuka agamanya.

Seiring perjalanan sejarah bangsa, Ternyata usia sabung ayam ini hampir sama tuanya dengan pembentukan masyarakat di pulau-pulau Nusantara. Mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga sulawesi punya kisah tentang sabung ayamnya masing-masing.

Kalau di jawa sabung ayam ini berasal dari folklore atau cerita rakyat Cindelaras yang dulunya memiliki ayam sakti dan di undang oleh raja jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam.

Apabila ayam Cindelaras kalah maka ia pun bersedia untuk kepalanya di pancung, akan tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Oleh karena itu kedua ekor ayam tersebut bertarung dengan gagah berani layaknya seorang pahlawan. Tetapi dalam waktu yang cukup singkat sekali, Ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja.

kinderen-bij-een-hanengevecht-op-java-19001

kinderen-bij-een-hanengevecht-op-java-19001

Pada saat itu juga akhirnya Raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

Sejarah Nyata memang sabung ayam memegang peran dalam pembentukan kerajaan Jawa. Sabung ayam pun menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau yang terkait dengan kerajaan Singosari.

Di kisah sedang berlangsungnya penyelenggaraan sabung ayam di kerajaan Singosari. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk ke dalam arena sabung ayam di larang membawa senjata atau keris.

Kemudian sebelum Anusapati berangkat ke arena sabung ayam, Ken dades ibunya Anusapati menasihati anaknya agar jangan melepas keris pusaka yang di pakainya jika ingin menyaksikan sabung ayam yang di adakan di dalam Istana, akan tetapi sebelum sabung ayam di laksanakan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya.

Pada saat itu juga terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang di khawatirkan oleh Ken Dedes pun terjadi, Kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati di arena sabung ayam di bunuh oleh Tohjaya tertusuk kris pusakanya sendiri.

Anusapati merupakan kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan Bapak Tunggul Ametung sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang.

Daerah Bali

Adapun sabung ayam yang terdapat di daerah bali kepulauan  negara indonesia yang di sebut dengan nama Tajen. Nama Tajen ini berasal dari tabuh rah, salah satunya yad upacara dalam masyarakat Hindu yang terdapat di Bali. Tujuannya adalah untuk mengharmoniskan hubungan manusia dengan Bhuana Agung. Yadnya ini adalah runtuhan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan juga berbagai jenis hewan laiinya. Persembahan tersebut di lakukan dengan cara nyambeh (leher kurban akan di potong setelah di manterai).

een-relic3abf-van-een-hanengevecht-op-de-muren-van-de-dalem-poerwatempel-te-bangli-1947

een-relic3abf-van-een-hanengevecht-op-de-muren-van-de-dalem-poerwatempel-te-bangli-1947

Tradisi semcam ini sudah lama ada bahkan semenjak zamannya majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-0rang Majapahit, sekitar tahun 1200. Tabuh rah yang kerap di selenggarakan dalam rangkaian upacara Buddha Yadnya pun banyak di sebut dalam beragai lontar.

Sebuah lontar yang memuat sabung ayam ada pada dalam lontar yadnya Prakerti. Yaitu pada waktu hari raya di adakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upacara. Bukti tabuh rah adalah rangkaian dalam upacara Bhuta yadnya di Bali sejak zaman dahulu kala di dasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasasti Batuan tahun 944 Saka.

 

Bugis

Menurut M Farid W Makkulau, Manu’ atau Jangang yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat dekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar.

Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam yang sehingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin di gelar dengan “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur”.

Di dalam kitab La Galigo di ceritakan mengenai tokoh utama dalam epik mitik itu Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu kala orang tidak di sebut pemberani jika tidak memiliki kebiasaan minum arak, judi dan massaung manu.

hanengevecht-op-zuid-celebes-1910

hanengevecht-op-zuid-celebes-1910

Untuk menyatakan sebuah keberanian dari orang biasanya di bandingkan dengan ayam jantan palingberani di kampungnya seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana IIagaruda, Bakka Lolona Sawitto dan lain sebagainya.

Hal paling belum banyak di ungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone di awali dengan Massaung Manu.

Pada tahun 1562 Raja Gowa X , I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan di sambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut di meriahkan dengan acara massaung manu.

Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Ayam Gowa 100 katie emas, sedangkan raja bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula. Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil ayam sabungan gowa yang berwarna merah mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone.

Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, Sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini di pandang sebagai peristiwa siri oleh Kerajaan Gowa.

  • bank bca
  • bank mandiri
  • bank bri
  • bank bni
Follow us on :
  • facebook
  • linkedin
  • Path
  • Twitter
  • Pinterest
  • sv388
  • 18+
  • secure
  • Support Browser :
  • browsers
  • browsers
  • browsers
  • browsers
  • browsers